Pendahuluan
Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau
kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang
diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk
memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari
pelaku.
Kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau
bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing
orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Sesuatu yang menggerakan atau mendorong
seseorang atau kelompok orang, untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.
Teori
Pengertian
Kekuasaan :
Para
ahli mendefinisikan pengertian kekuasaan (power) antara lain sebagai berikut :
a.
R.
Beirstedt; power as the ability to employ force
(Daya merupakan kemampuan untuk
menggunakan kekuatan)
b. M.F.Rogers; Power as the potential
for influence
(Daya merupakan kesanggupan untuk
mempengaruhi)
c. Amitai Etzioni; power is the ability
to induce or influence behavior
(Daya adalah kemampuan untuk
membujuk atau mempengaruhi perilaku)
d. Berdasarkan pendapat para ahli
tersebut diatas dikemukakan pengertian kekuasaan
(power) sebagai berikut;
-
Kekuasaan
adalah kapasitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain kearah pencapai tujuan.
-
Kekuasaan
adalah otoritas atau kekuatan untuk mempengaruhi perilaku individu atau
kelompok dan sumber daya untuk mencapai tujuan.
Leadership
Gaya kepemimpinan atau perilaku kepemimpinan ( Leadership)
seorang pemimpin dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan bervariasi dan
dipengaruhi oleh berbagai factor antaralain pendidikan ,pengalaman ,
kepribadian ,dan situasional.
Perilaku gaya kepemimpinan merupakan cara-cara berinteraksi
seorang pemimpin dalam melakukan kegiatan pekerjaanya. Gaya bersikap dan gaya
bertindak akan Nampak dari cara-cara pemimpin tersebut pada saat melakukan
pekerjaan ,antara lain; cara memberikan perintah , cara memberikan tugas , cara
berkomunikasi , cara memecahkan masalah cara membuat keputusan dan sebagainya.
Motivasi
Dalam psikologi umum,kita mengetahui bahwa motif merupakan
suatu dorongan atau suatu kehendak yang mendasari munculnya suatu tingkah laku.
Jadi, motivasi dapat diartikan sebagai suatu kekuatan atau tenaga pendorong
untuk melakukan sesuatu hal atau menampilkan sesuatu perilaku tertentu.
KASUS
1.
KEKUASAAN
DPR
memiliki kekuasaan untuk mengesahkan Rancangan undang-undang
2.
Leadership
Studi Kasus 3 Lurah Perempuan di Kota Yogyakarta
3. Motivasi
Ketika saya berada dikampus, saya pernah
merasakan rasa lapar dan haus. Ketika itu posisi saya hampir jam mata kuliah
selesai,jadi saya tahankan rasa lapar dan haus tersebut. Begitu jam mata kuliah
selesai,saya langsung terburu-buru untuk pulang kerumah. Sesampainya dirumah
saya langsung terburu buru untuk makan. Setelah makan sayapun merasa kenyang.
Analisis
1.
Kekuasaan
DPR memiliki berbagai
macam tugas,hak dan kewajiban. Salah satu kekuasaan dpr adalah mengesahkan
Rancangan Undang undang
2.
Leadership
Dalam pandangan tradisional, perempuan diidentikkan dengan
sosok yang lemah, halus dan emosional. Sementara laki-laki digambarkan sebagai
sosok yang gagah, berani dan rasional. Pandangan ini telah memposisikan
perempuan sebagai makhluk yang seolah-olah harus dilindungi dan senantiasa
bergantung pada kaum laki-laki. Akibatnya,
jarang sekali perempuan untuk bisa tampil menjadi pemimpin, karena mereka
tersisihkan oleh dominasi laki-laki
3.
Motivasi
Rasa lapar mendorong untuk cepat
sampai dirumah. Terdapat dorongan makan dan minum. Saat ada sebuah pemicu atau rangsangan,
tubuh kita akan bereaksi. Bisa
dikatakan ini adalah dorongan fitrah atau bawaan kita sejak lahir untuk
mempertahankan hidup dan keberlangsungan hidup
Kekuasaan (power)
diartikan sebagai suatu kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain untuk menurut pada
kehendak yang ada pada pemegang
kekuasaan tersebut. kekuasaan mencakup kemampuan untuk
memerintah (agar yang diperintah patuh) dan juga memberikan keputusan – keputusan
yang secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi tindakan – tindakan
pihak lainnya.
Leadership adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para
anggota dalam hal berbagai aktivitas yang harus dilakukan.
Motivasi adalah
sebuah konsep dalam psikologi yang telah didiskusikan dalam waktu yang cukup
panjang sekitar satu abad, tapi motivasi masih sulit untuk didefinisikan.
Motivasi, secara umum didefinisikan sebagai dorongan internal yang mendorong
seseorang untuk melakukan perilaku tertentu. Dari satu perspektif, hal ini
dilakukan dengan arah, intensitas, dan ketekunan (terus menerus dilakukan) atas
perilaku sepanjang waktu. Dari perspektif lainnya motivasi berfokus pada hasrat
atau keinginan untuk mendapatkan suatu tujuan, dimana motivasi diperoleh dari
keinginan, kebutuhan, atau hasrat seseorang.
- Presiden Soekarno
Presiden pertama Republik Indonesia
ini adalah seorang orator ulung yang mampu membangkitkan semangat nasionalisme
masyarakat Indonesia. Beliau memiliki gaya kepemimpinan yang populis,
bertemperamen meledak-ledak, dan menyukai keindahan.
Gaya
kepemimpinan beliau berorientasi pada moral dan etika ideologi yang mendasari
Negara atau partai, sehingga sangat konsisten dan fanatic. Sifat kepemimpinan
yang menonjol adalah penuh percaya diri, penuh daya tarik, inisiatif dan
inovatif serta kaya akan ide dan gagasan baru. Sehingga pada puncak
kepemimpinannya, pernah menjadi panutan dan sumber inspirasi pergerakan
kemerdekaan dari bangsa-bangsa Asia dan Afrika serta melepas ketergantungan
dari Negara-negara Barat.
- Presiden Soeharto
Pemimpin kedua Indonesia ini
merupakan pemimpin yang mempunyai visi dan misi, serta target jangka pendek dan
jangka panjang yang jelas. Mahir dalam strategi, details dan panda dalam
menggunakan kesempatan. Pembawaannya formal dan tidak hangat dalam bergaul.
Gaya kepemimpinan Presiden Soeharto
merupakan gabungan dari proaktif-ekstratif dengan adaptif-antisipatif, yaitu
gaya kepemimpinan yang mampu menangkap peluang dan melihat tantangan sebagai
sesuatu yang berdampak positif serta mempunyai visi yang jauh ke depan dan
sadar akan langkah penyesuaian.
3.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden ke-enam
ini presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat. Sosoknya
demokratis, menghargai pendapat, tetapi selalu defensive terhadap kritik.
Pembawaan SBY yang karena dibesarkan dalam lingkungan tentara dan ia juga
berlatar belakang tentara, tampak agak formal. Beliau selalu santun dalam
berpenampilan dan berbusana. Sebagai pemimpin beliau mampu mengambil keputusan
kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun.
4.
Presiden Ir. H.
Joko Widodo
Ir. H. Joko
Widodo atau yang lebih akrab disapa Jokowi (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21
Juni 1961; umur 54 tahun) adalah Presiden ke-7 Indonesia yang mulai menjabat
sejak 20 Oktober 2014. Ia terpilih bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla
dalam Pemilu Presiden 2014. Jokowi pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta sejak
15 Oktober 2012 sampai dengan 16 Oktober 2014 didampingi Basuki Tjahaja Purnama
sebagai wakil gubernur. Sebelumnya, dia adalah Wali Kota Surakarta (Solo),
sejak 28 Juli 2005 sampai dengan 1 Oktober 2012 didampingi F.X. Hadi Rudyatmo
sebagai wakil wali kota.[4] Dua tahun menjalani periode keduanya menjadi
Walikota Solo, Jokowi ditunjuk oleh partainya, Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDIP), untuk bertarung dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta
berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Gaya
kepemimpinan Jokowi sebenarnya sangat bagus, yaitu dengan turun kelapangan
umtuk melihat langsung permasalahan yang ada dan mencari solusi yang tepat.
Dengan cara ini permasalahan dapat segera teratasi karena kita dapat menanyakan
langsung kepada warga atau masyarakat sekitar apa permasalahan nya. Hal yang
paling bagus dengan gaya kempemimpinan Jokowi adalah transparansinya, yaitu
mempublikasikan semua informasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat tahu dana/anggaran
digunakan untuk apa saja dan dapat meminimalisir terjadinya korupsi. Namun gaya
kepemimpinan dengan cara ini bukan tanpa kekurangan, karena wilayah Indonesia
sangat luas jadi sangat memakan biaya dan waktu, sehingga pengambilan kebijakan
apa yang harus dilakukan menjadi lama, karena harus turun langsung kelapangan.
Munandar, A.S. 2001. Psikologi
Industri dan Organisasi. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
Sarwono,
sarlito W. (2005). Psikologi Sosial (psikologi
kelompok dan psikologi terapan). Jakarta: Balai Pustaka.
Ganjong, Pemerintahan Daerah Kajian Politik
dan Hukum, Bogor: Ghalia Indonesia, 2007,
james, teori kepemimpinan dalam sadeli,
bumi aksara, 2006
Terry
Hoyt teori kepemimpinan, Kartono, 2003
https://books.google.co.id/books?id=w5QUcfaXwkMC&pg=PA47&dq=pengertian+motivasi&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwiBluHDzeHPAhUh7IMKHV0tDfQQ6AEIIjAB#v=onepage&q=pengertian%20motivasi&f=false (ebook)
https://books.google.co.id/books?id=g6hxBgAAQBAJ&pg=PA27&dq=pengertian+kekuasaan&hl=en&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=pengertian%20kekuasaan&f=false (ebook)
https://books.google.co.id/books?id=w5QUcfaXwkMC&pg=PA47&dq=pengertian+motivasi&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwiBluHDzeHPAhUh7IMKHV0tDfQQ6AEIIjAB#v=onepage&q=pengertian%20motivasi&f=false (ebook)
https://books.google.co.id/books?id=g6hxBgAAQBAJ&pg=PA27&dq=pengertian+kekuasaan&hl=en&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=pengertian%20kekuasaan&f=false (ebook)

0 komentar:
Posting Komentar