Ringkasan teori Kekuasaan,Leadership dan Motivasi Dan Analisis Gaya Kepemimpinan Tokoh-tokoh

| Sabtu, 15 Oktober 2016


Pendahuluan
Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku.
Kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.
Sesuatu yang menggerakan atau mendorong seseorang atau kelompok orang, untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

Teori
Pengertian Kekuasaan :
Para ahli mendefinisikan pengertian kekuasaan (power) antara lain sebagai berikut :
a.       R. Beirstedt; power as the ability to employ force
(Daya merupakan kemampuan untuk menggunakan kekuatan)
b.      M.F.Rogers; Power as the potential for influence
(Daya merupakan kesanggupan untuk mempengaruhi)
c.       Amitai Etzioni; power is the ability to induce or influence behavior
(Daya adalah kemampuan untuk membujuk atau mempengaruhi perilaku)
d.      Berdasarkan pendapat para ahli tersebut diatas dikemukakan pengertian kekuasaan
(power) sebagai berikut;
-          Kekuasaan adalah kapasitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain kearah pencapai tujuan.
-          Kekuasaan adalah otoritas atau kekuatan untuk mempengaruhi perilaku individu atau kelompok dan sumber daya untuk mencapai tujuan.
Leadership
Gaya kepemimpinan atau perilaku kepemimpinan ( Leadership) seorang pemimpin dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan bervariasi dan dipengaruhi oleh berbagai factor antaralain pendidikan ,pengalaman , kepribadian ,dan situasional.
Perilaku gaya kepemimpinan merupakan cara-cara berinteraksi seorang pemimpin dalam melakukan kegiatan pekerjaanya. Gaya bersikap dan gaya bertindak akan Nampak dari cara-cara pemimpin tersebut pada saat melakukan pekerjaan ,antara lain; cara memberikan perintah , cara memberikan tugas , cara berkomunikasi , cara memecahkan masalah cara membuat keputusan dan sebagainya.
Motivasi
Dalam psikologi umum,kita mengetahui bahwa motif merupakan suatu dorongan atau suatu kehendak yang mendasari munculnya suatu tingkah laku. Jadi, motivasi dapat diartikan sebagai suatu kekuatan atau tenaga pendorong untuk melakukan sesuatu hal atau menampilkan sesuatu perilaku tertentu.
KASUS
1.      KEKUASAAN
DPR memiliki kekuasaan untuk mengesahkan Rancangan undang-undang
2.      Leadership
Studi Kasus 3 Lurah Perempuan di Kota Yogyakarta
3.       Motivasi
Ketika saya berada dikampus, saya pernah merasakan rasa lapar dan haus. Ketika itu posisi saya hampir jam mata kuliah selesai,jadi saya tahankan rasa lapar dan haus tersebut. Begitu jam mata kuliah selesai,saya langsung terburu-buru untuk pulang kerumah. Sesampainya dirumah saya langsung terburu buru untuk makan. Setelah makan sayapun merasa kenyang.

Analisis
1.      Kekuasaan
DPR memiliki berbagai macam tugas,hak dan kewajiban. Salah satu kekuasaan dpr adalah mengesahkan Rancangan Undang undang
2.      Leadership
Dalam pandangan tradisional, perempuan diidentikkan dengan sosok yang lemah, halus dan emosional. Sementara laki-laki digambarkan sebagai sosok yang gagah, berani dan rasional. Pandangan ini telah memposisikan perempuan sebagai makhluk yang seolah-olah harus dilindungi dan senantiasa bergantung pada kaum laki-laki.    Akibatnya, jarang sekali perempuan untuk bisa tampil menjadi pemimpin, karena mereka tersisihkan oleh dominasi laki-laki
3.      Motivasi
Rasa lapar mendorong untuk cepat sampai dirumah. Terdapat dorongan makan dan minum. Saat ada sebuah pemicu atau rangsangan, tubuh kita akan bereaksi.                Bisa dikatakan ini adalah dorongan fitrah atau bawaan kita sejak lahir untuk mempertahankan hidup dan keberlangsungan hidup
                                               




Kekuasaan (power) diartikan sebagai suatu kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain untuk menurut pada kehendak yang ada pada pemegang kekuasaan tersebut. kekuasaan mencakup kemampuan untuk memerintah (agar yang diperintah patuh) dan juga memberikan keputusan – keputusan yang secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi tindakan – tindakan pihak lainnya.


Leadership adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktivitas yang harus dilakukan.

Motivasi adalah sebuah konsep dalam psikologi yang telah didiskusikan dalam waktu yang cukup panjang sekitar satu abad, tapi motivasi masih sulit untuk didefinisikan. Motivasi, secara umum didefinisikan sebagai dorongan internal yang mendorong seseorang untuk melakukan perilaku tertentu. Dari satu perspektif, hal ini dilakukan dengan arah, intensitas, dan ketekunan (terus menerus dilakukan) atas perilaku sepanjang waktu. Dari perspektif lainnya motivasi berfokus pada hasrat atau keinginan untuk mendapatkan suatu tujuan, dimana motivasi diperoleh dari keinginan, kebutuhan, atau hasrat seseorang.



  1. Presiden Soekarno
Presiden pertama Republik Indonesia ini adalah seorang orator ulung yang mampu membangkitkan semangat nasionalisme masyarakat Indonesia. Beliau memiliki gaya kepemimpinan yang populis, bertemperamen meledak-ledak, dan menyukai keindahan.
Gaya kepemimpinan beliau berorientasi pada moral dan etika ideologi yang mendasari Negara atau partai, sehingga sangat konsisten dan fanatic. Sifat kepemimpinan yang menonjol adalah penuh percaya diri, penuh daya tarik, inisiatif dan inovatif serta kaya akan ide dan gagasan baru. Sehingga pada puncak kepemimpinannya, pernah menjadi panutan dan sumber inspirasi pergerakan kemerdekaan dari bangsa-bangsa Asia dan Afrika serta melepas ketergantungan dari Negara-negara Barat.

  1. Presiden Soeharto
Pemimpin kedua Indonesia ini merupakan pemimpin yang mempunyai visi dan misi, serta target jangka pendek dan jangka panjang yang jelas. Mahir dalam strategi, details dan panda dalam menggunakan kesempatan. Pembawaannya formal dan tidak hangat dalam bergaul.
Gaya kepemimpinan Presiden Soeharto merupakan gabungan dari proaktif-ekstratif dengan adaptif-antisipatif, yaitu gaya kepemimpinan yang mampu menangkap peluang dan melihat tantangan sebagai sesuatu yang berdampak positif serta mempunyai visi yang jauh ke depan dan sadar akan langkah penyesuaian.

3.      Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden ke-enam ini presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat. Sosoknya demokratis, menghargai pendapat, tetapi selalu defensive terhadap kritik. Pembawaan SBY yang karena dibesarkan dalam lingkungan tentara dan ia juga berlatar belakang tentara, tampak agak formal. Beliau selalu santun dalam berpenampilan dan berbusana. Sebagai pemimpin beliau mampu mengambil keputusan kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun.

4.      Presiden Ir. H. Joko Widodo

Ir. H. Joko Widodo atau yang lebih akrab disapa Jokowi (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961; umur 54 tahun) adalah Presiden ke-7 Indonesia yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014. Ia terpilih bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014. Jokowi pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta sejak 15 Oktober 2012 sampai dengan 16 Oktober 2014 didampingi Basuki Tjahaja Purnama sebagai wakil gubernur. Sebelumnya, dia adalah Wali Kota Surakarta (Solo), sejak 28 Juli 2005 sampai dengan 1 Oktober 2012 didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil wali kota.[4] Dua tahun menjalani periode keduanya menjadi Walikota Solo, Jokowi ditunjuk oleh partainya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), untuk bertarung dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Gaya kepemimpinan Jokowi sebenarnya sangat bagus, yaitu dengan turun kelapangan umtuk melihat langsung permasalahan yang ada dan mencari solusi yang tepat. Dengan cara ini permasalahan dapat segera teratasi karena kita dapat menanyakan langsung kepada warga atau masyarakat sekitar apa permasalahan nya. Hal yang paling bagus dengan gaya kempemimpinan Jokowi adalah transparansinya, yaitu mempublikasikan semua informasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat tahu dana/anggaran digunakan untuk apa saja dan dapat meminimalisir terjadinya korupsi. Namun gaya kepemimpinan dengan cara ini bukan tanpa kekurangan, karena wilayah Indonesia sangat luas jadi sangat memakan biaya dan waktu, sehingga pengambilan kebijakan apa yang harus dilakukan menjadi lama, karena harus turun langsung kelapangan.


Munandar, A.S. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
          Sarwono, sarlito W. (2005). Psikologi Sosial (psikologi kelompok dan psikologi terapan). Jakarta: Balai Pustaka.

 Ganjong, Pemerintahan Daerah Kajian Politik dan Hukum, Bogor: Ghalia Indonesia, 2007,
 james, teori kepemimpinan dalam sadeli, bumi aksara, 2006
Terry Hoyt teori kepemimpinan,  Kartono, 2003

https://books.google.co.id/books?id=w5QUcfaXwkMC&pg=PA47&dq=pengertian+motivasi&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwiBluHDzeHPAhUh7IMKHV0tDfQQ6AEIIjAB#v=onepage&q=pengertian%20motivasi&f=false (ebook)

https://books.google.co.id/books?id=g6hxBgAAQBAJ&pg=PA27&dq=pengertian+kekuasaan&hl=en&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=pengertian%20kekuasaan&f=false (ebook)

0 komentar:

Posting Komentar

Next → ← Prev
▲Top▲